Dari Salman
radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang
artinya): "Barokah ada pada tiga perkara : Jama'ah, Tsarid dan makan sahur."
(HR. Thabrani dalam "Al-Kabir" (6127), Abu Nu'aim pada "Dzikru Akhbari
Ashbahan" (1/57))
Dan dari Abu
Hurairah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya):
"Sesungguhnya Allah menjadikan barakah itu pada makan shaur dan kiloan".
(HR. Asy-Syirasy (Al-Alqab) sebagaimana dalam (Jami'as Shaghir) (1715) dan
Al-Khatib (Al-Muwaddih) (1/263) dari Abi Hurairah dengan sanad yang lalu. Hadits
ini HASAN)
Dari Abdullah
bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam : Aku
masuk menemui Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam ketika dia makan sahur beliau
berkata (yang artinya): "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah
berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan". (HR Nasa'I (4/145)
dan Ahmad (5/270) sanadnya SHAHIH).
Keberadaan
sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti
mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah
puasa, karena merasa ringan orang yang puasa, dalam makan sahur juga menyelisihi
Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wasallam menamainya makan pagi yang diberkahi
sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Sariyah dan Abi Darda' radhiallahu
'anhuma "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi : yakni sahur." (hadits
Al-Irbath: diriwayatkan oleh Ahmad (4/126) dan Abu Daud
(2/303)).
Allah dan
malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.
Mungkin
barokah sahur terbesar adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan meliputi
orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat- Nya,
malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo'a kepada Allah agar
memaafkan mereka, agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di
bulan Ramadhan.
Dari Abu Said
Al-Khudri radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda
(yang artinya): "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian
meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikat-
Nya bershalawat kepada orang-orang yg sahur."
Oleh sebab itu
seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb
yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang mukmin yang paling afdhal adalah
korma.
Bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Daud (2/303), Ibnu Hibban (223) Baihaqi (4/237)).
Bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Daud (2/303), Ibnu Hibban (223) Baihaqi (4/237)).
Barangsiapa
yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk berbuka walau
hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yang disebutkan
tadi, dan karena sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam (yang artinya):
"Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."
Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar,
karena Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu
melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shalallahu 'Alaihi wasallam
bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya
shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di
kitabullah.
Anas radhiallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit
radhiallahu 'anhu: "Kami makan sahur bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi
wasallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): "Berapa lama jarak
antara adzan dan sahur? Beliau menjawab: "Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an."
(HR. Bukhori (4/118), Muslim (1097)).

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar