Orang shalih terdahulu ketika mereka hendak keluar rumah untuk berkerja, anak-anak mereka berdiri di depan pintu seraya berkata:
يا أبتي، اتق الله بما تكتسب لنا، فإننا نصبر على ألم الجوع ولا نصبر على ألم النار.
"Ya Abati, ittaqillaha bima taktasibu lana, fainnana nashbir 'ala alamin juu' walaa nashbiru 'ala alamin naar."
::Wahai ayahku, bertakwalah kepada Allah atas rezeki yang engkau akan berikan kepada kami, karena kami mampu menahan beratnya lapar, namun kami tidak mampu menahan beratnya api neraka::
Kesimpulan:
1. Seorang ayah harus menjamin kehalalan harta yang akan mereka berikan kepada istri dan anak-anaknya.
2. Lebih baik menahan lapar daripada menahan pedihnya api neraka hanya karena sesuap nasi.
3.Pentingnya saling menasihati dalam keluarga, agar selalu berada di jalan yang diridhai.
4. Jangan memisahkan/menghilangkan nilai ketakwaan dalam setiap aktivitas keseharian kita.
Ust Zaid Royani

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar