Imam yang paling senior diantara mereka adalah Abu Hanifah An-Nu'am bin Tsabit Rohimahulloh. Diriwayatkan dari sebagian murid-murid beliau berbagai pernyataan dan ungkapan. Semuanya mengarah kepada satu maksud, yakni berpegang dengan hadits dan tidak bertaklid pada pendapat-pendapat para Imam yang bertentangan dengan hadits tersebut. Perkataan Imam Abu Hanifah Rohimahulloh :
- Apabila suatu hadits itu shahih, maka itu madzhabku.
- Tidak halal bagi seseorang mengambil pendapat kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambinya, Dalam satu riwayat : Siapa tidak mengetahui dalilku, haram baginya berfatwa dengan pendapatku. Dalam riwayat lain : Kami hanyala seorang manusia. Hari ini kami berpendapat seperti ini, dan esok hari mungkin pendapat itu kami cabut kembali. Dalam riwayat lain : Celaka kamu, wahai Ya'qub ( yakni Abu Yusuf)! jangan kamu tulis semua yang kamu dengar dariku !, sebab hari ini aku berpendapat begini, dan mungkin besok aku meninggalkannya. Besok aku berpendapat begitu, dan mungkin lusa pendapat tersebut sudah aku tinggalkan.
- Apabila aku mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits Rosululloh shallallahu'alaihi wa sallam, maka tinggalkanlah pendapat itu!
Kitab : Shahih Fiqh As-Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih Madzahib Al-a'immah
Ta'liq : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Abani
Syaikh abdul Aziz bin Baz
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim
Indonesia, 25 Safar 1439 H
Abu Al-Faruq

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar