Jagalah lisan kita, syukurilah nikmat itu untuk menghibur dan membahagiakan orang lain. Jangan malah menjadikannya sebagai pemuas hawa nafsu kita untuk menyakiti dan menusuk hati orang lain. Karena lisan kita itu; surgamu atau neraka. kita lihat hadits berikut ini.
Sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu mengatakan:
Ada seorang lelaki mengatakan: "Ya Rasulullah, sungguh si fulanah itu dikenal dengan banyaknya amalan sholatnya, puasanya, dan sedekahnya, hanya saja dia biasa menyakiti tetangganya dengan lisannya.”
Beliau menjawab: "Dia di NERAKA.”
Orang itu mengatakan lagi: "Ya Rasulullah, sungguh si fulanah (yang lain), dia dikenal dengan sedikitnya amalan puasanya, sedekahnya, dan sholatnya, namun dia TIDAK menyakiti tetangganya dengan lisannya.”
Beliau menjawab: "Dia di SURGA.”
[HR. Ahmad: 9675, sanadnya hasan, Al-Musnad 15/421]
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar