be good moslem

Media Islam belajar bersama, agar tercipta ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, Mengikuti tuntunan Rasulullah adalah tujuan kami

Loading...

Post Top Ad

Jumat, 27 Maret 2020

Hindari Bahaya Sebisa Mungkin


JANGAN MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI

Dari Ibnu Abbâs radhiyallahu ’anhu. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sâlläm :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

”Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.”
[HR. Ahmad 1/313]

Kalau sudah tahu di satu tempat ada sumber penyakit menular, maka jangan datang ketempat itu, karena membahayakan diri sendiri. Dan jangan membahayakan orang lain, baik dengan perbuatan maupun kebijakan. Bila ia seorang pengambil keputusan yang menyangkut urusan publik, maka keputusan harus di ambil dengan mempertimbangkan keamanan orang lain'.

Dan jangan menantang taqdir. Perhatikan dialog iblis dengan Nabi Isa 'aläîhisalam yang terdapat dalam Kitab Al Adzkiyaa’ karya Al Imam Abul Faraj Ibnul Jauzy (508-597), Mufti Agung Madzhab Hambali di masa Daulah ‘Abbasiyah.

Iblis pernah datang menemui Nabiyyullah ‘Isa ‘alaihissalam. Berkatalah si terlaknat : “Hai putra Maryam ! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu ?”

“Ya,”
Jawab Al Masih ‘alaihissalam.

Si iblis berkata : “Kalau begitu, coba engkau naik ke gunung ini lalu terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat.”

Dengan tenang Isa putra Maryam ‘alaihissalam menjawab : “Hai makhluq laknat !, sesungguhnya Allah berhak menguji para hamba-Nya. Tapi seorang hamba tidak punya hak sama sekali untuk menguji Allah !”
(Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Al Zuhd)

Menguji, yakni menguji apakah Allah menakdirkan begitu atau begini.

Jadi jangan dengan dalih mati itu takdir, sakit itu takdir, musibah itu takdir, lantas ketika kita tahu di suatu tempat ada bahaya, kita malah mendatanginya.

Menghindari mudharat harus di dahulukan di banding mengambil manfaat,  sebagai mana kaidah fiqih mengatakan :

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

“Menghilangkan kemudharatan itu lebih didahulukan daripada Mengambil sebuah kemaslahatan.”

Berusaha dahulu, barulah kemudian tawakal. Allahu 'alam.

Tidak ada komentar:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Selengkapnya..