Kisah Ulama Hasan Al Bashri
Ada sebuah kisah teladan tentang ulama besar Hasan al-Bashri. Pada
jamannya ia dikenal sebagai da’i sejuta umat. Setiap kali ia berceramah
dan menyampaikan satu materi, bisa dipastikan orang-orang akan langsung
mengerjakan apa yag di sampaikannya.
Hingga suatu hari, datanglah
serombongan hamba sahaya ke rumahnya. Mereka memintanya menyampaikan
materi tentang keutamaan memerdekakan budak di hadapan para jama’ah.
Mereka berharap setelah mendengar taujih dari Hasan al-Bashri para
majikan mereka berkenan untuk membebaskan mereka.
Pada saat itu beliaupun mengatakan, “insyaAllah ..”
Keesokan
harinya tibalah waktunya Hasan Al-Bashri berceramah. Namun ada yang
aneh, pada kesempatan itu beliau tidak menyampaikan materi seperti yang
diminta oleh para hamba sahaya, materi tentang memerdekakan budak. Maka
pada sore harinya merekapun kembali mendatangi rumah Hasan Al-Bashri dan
menyampaikan permintaannya kembali.
Ulama tabiin tersebut kembali menjawab, “insyaAllah.”
Esok
harinya, saat berkhutbah, Hasan al-Bashri tak jua menyampaikan materi
tentang perintah memerdekakan budak. Sorenya, para budak kembali menemui
beliau. Hasan al-Bashri juga menjawab dengan kalimat yang sama. Hal ini
pun terus terulang hingga beberapa kali.
Sampai suatu hari, Hasan
Al-Bashripun akhirnya menyampaikan ceramah dengan materi sesuai
permintaan para hamba sahaya, yaitu tentang memerdekakan budak. Dan
ternyata benar dugaan mereka, seusai mendengar ceramah Hasan Al-Bashri
orang-orangpun beramai-ramai memerdekakan hamba sahaya yang mereka
miliki.
Setelah kejadian tersebut, para hamba sahaya tadi pun kembali mendatangi Hasan Al-Bashri dan mengatakan,
“Seandainya
saja engkau menyampaikan materi itu dari kemarin-kemarin, maka kamipun
tidak perlu menungu lama untuk menjadi manusia merdeka.”
Namun
Hasan al-Bashri pun menjawab “sejak kemarin kalian memintaku untuk
memerdekakan budak, sebenarnya aku belum pernah melakukan hal tersebut.
aku pun berada dalam kondisi tidak memiliki budak untuk dimerdekakan
saat itu. aku pun tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli budak
dari orang lain. beberapa hari kemarin, aku menabung. dan tepat hari ini
aku baru memiliki uang yang cukup untuk membeli budak, lalu
memerdekakan nya, maka baru hari ini pula aku memiliki keberanian dan
pengetahuan yang cukup untuk menyampaikan materi tersebut”.
Subhanallah…
ternyata itulah kunci keberhasilan Hasan al-Bashri dalam berdakwah. Ia
selalu berupaya untuk memulai semua yang disampaikannya dari dirinya
sendiri. Sehingga orang lainpun tak hanya mendengar perkataannya namun
juga melihat perbuatannya.
Hasan Al-Bashri memberi kita satu pelajaran berharga. Mengajarkan kebaikan, mulai dari diri sendiri.
Diringkas dari: http://fuadassifa.wordpress.com/
Minggu, 31 Juli 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar