be good moslem

Media Islam belajar bersama, agar tercipta ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, Mengikuti tuntunan Rasulullah adalah tujuan kami

Loading...

Post Top Ad

Kamis, 23 Maret 2017

Jangan terjual Agamu

Cinta dan suka akan selalu menyertai hidup kehidupan manusia di dunia ini. Banyak yang akan dilakukan oleh para manusia demi tercapainya mendapatkan yang namanya dunia. Mereka berlomba-lomba dalam pecaharian dunia tersebut bahkan ada yang mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan dunia ini.

Hati yang cenderung cinta kepada dunia, senantiasa akan menduduki wilayah mahabah yang ada di hati, ruang cinta, sehingga cahaya Dienul Islam tidak mampu masuk diruang hati terebut karena penuh dengan ruang cinta kepada dunia.
Apa yang akan terjadi apabila hal demikian terjadi....
1. Ada yang menjual kehormatannya
2. Ada yang menjual kelurganya
3. bahkan yang paling puncak, mereka rela menjual Aqidahnya

Padahal Allah Subhana wata'ala berfirman :

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Qs. 57 alhadid : ayat 20)

Dengan demikian jangan sampai Agama Islam ini terkoyak, rusak dan terjual lantaran cinta kepada dunia


يا ابن آدم ...
لا يزال دينك متمزقا ، ما دام قلبك بحب الدنيا متعلقا ...

"Wahai anak Adam ...
Sesungguhnya agamamu akan senantiasa terkoyak, selama di hatimu masih bergantung kepada cinta dunia."

Carilah dunia buat kehidupan menuju akhirat





Yahya bin Mu'adz ar-Razi rahimahullah
:kitab, Sifatush Shafwah, IV/93
qoulsalaf

Tidak ada komentar:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Selengkapnya..