Hakikat sesaat adalah tidak berlama-lama, semuanya serba cepat dan nyaris tidak berbekas. Siapa yang hendak memperjuangkan sesuatu yang sesaat?. Jika mereka-mereka berfikir dengan seksama dan tidak mengedepankan ego nya, maka mereka-mereka itu akan mengejar sesuatu yang abadi, sesuatu yang lama dan sesuatu yang tidak pernah ada tepinya.
Inilah sesaat, inilah cepat apa itu? Dunia .... dunia dan isinya hanya sesaat hanya sebentar. Setelah sesaat kehidupannya, dipinjamkan pula segala kebutuhannya, semua kehidupan, istri anak, harta dan seluruh pernak-pernik di dunia itu pinjaman yang harus dkembalikan kepada empunya Nya Allah azza wajalla. Hiduplah di dunia laksana orang yang lewat, kerjakan apa yang akan abadi, kerjakan apa yang akan dipertanggung jawabkan, mari belajar Islam yang lurus, belajar Islam yang diajarkan oleh mereka-mereka yang tidak mengejar rupiah, belajar Islam dengan al-qur'an dan sunnah yang shahih, yang sesuai dengan para sahabat Nabi, dan ulama yang ikhlas karena Allah, bukan ulama pencari rupiah.....
dan ingat pula ambil dunia buat keperluan menuju Akhirat.............
قال عبد الله بن مسعود : ما منكم إلا ضيف، وماله عارية، فالضيف مرتحل، والعارية مؤداة إلى أهلها
Abdullah bin mas'ud berkata, ''tidak seorang pun di antara kalian melainkan hanya seorang tamu dan hartanya hanyalah barang pinjaman. Seorang tamu pasti akan pergi dan barang pinjaman akan dikembalikan kepada pemiliknya.
:books:Shifatush shafwah I/418-419
qoulsalaf

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar