Perbincangan
Ustadz : "Kalau kita hidup zaman Firaun akankah kita jadi pengikut Firaun atau pengikut Nabi Musa?"
Jemaah : "Tentulah Nabi Musa!!!."
Ustadz : "Yakin?"
Jemaah : "Yakin"
Ustadz : "Tapi yang membangunkan Mesir adlah Firaun. Yang bangun piramid juga Firaun. Yang terkaya saat itu Firaun. Yang punya tentara, bala tentara dan pengikutnya banyak juga Firaun lho. Yang memberi
perindungan saat itu Firaun. Yang Berkuasa juga Firaun.
Yang menyediakan makan dan minum juga firaun. Yang menyediakan hiburan, firaun. Yang buat pasar, Firaun.
Nabi Musa cuma pengembala kambing saja. Berbicarapun kurang fasih. Senjata dia pun cuma sebatang tongkat. Masih yakin mau ikut nabi Musa?"
Jemaah : terdiam...hening..
Ustadz : "nabi Musa kerjanya cuma jaga kambing, tau-tau mengajak kita lewat laut tanpa sampan atau kapal bahkan tanpa pelampung. Yakin kah kita akan ikut dan manut nabi Musa alaihi salam?"
Bayangkan jika pengikut nabi Musa tanpa disertai iman dan keyakinan yang kuat apakah bersedia meninggalkan Firaun (kenikmatan dunia) dan ikut Musa nekad nyebrangin laut ???.. (Sebelumnya pengikut Musa belum tau mukzizat tongkat nabi Musa bisa membelah lautan)
Manusia zaman Firaun dan zaman kita sekarang tidak banyak berbeda.
Di zaman ini kita lebih percaya dan manut pada siapa???.
Memang dizaman sekarang tidak ada Musa dan Rasul.. Tapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺍﻟْﻌُﻠُﻤَﺎﺀُ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu),
Kebenaran seringkali secara sadar atau tidak akan kita tolak bila kita berada dibawah pengaruh kenikmatan duniawi.
Sungguh...Fir'aun itu tetap ada hingga ke akhir zaman...cuma berlainan wajah dan bentuknya...
Wallahu'alam..
Sumber Ustadz Arifin

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar