Bilal adalah seorang budak, akan tetapi setelah keimanan menghiasi dirinya ia lebih memilih kemuliaan Islam walaupun dirinya harus dijemur di bawah terik matahari di padang pasir.
Hal serupa juga dilakukan oleh Ibnu Mas’ud, yang membacakan surat Ar-Rahmah di hadapan orang-orang musyrik. Ia tidak kapok meskipun dipukuli sampai babak belur
Abu Dzar Al-ghifari juga demikian, mengucapkan syahadat di hadapan orang kafir kemudian dipukuli sampai pingsan.
Sejarah juga mengukir kisah ashabul ukhdud, Asiyah, dan Masyitoh pelayan Fir’aun. Mereka tidak takut dan pengecut untuk mempertahankan keimanan.
Mental itulah yang barangkali membuat sebelum kedatangan kaum muslimin ke daerah Babilonia, orang-orang kafir sudah lari tunggang-langgang ketakutan....
Semoga kita dan anak cucu kita tidak bermental pengecut..
Hari hari ketika kita besar...
qoulsalaf

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar