be good moslem

Media Islam belajar bersama, agar tercipta ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, Mengikuti tuntunan Rasulullah adalah tujuan kami

Loading...

Post Top Ad

Sabtu, 21 Oktober 2017

Terlalu memanjakan anak

"Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya dan buah hatinya di dunia dan akhirat karena mengabaikannya, tidak mendidiknya dan justru mendukungnya untuk melampiaskan keinginan syahwatnya."

Sementara dia menyangka telah memuliakan anaknya padahal dia sedang menghinakannya.

Dia mengira telah menyayanginya padahal dia sedang mendzalimi dan menghalanginya (dari kebaikan).

Akibatnya dia tidak bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan anak tersebut. Sekaligus menghilangkan bagiannya di dunia dan akhirat.

Jika Anda memperhatikan kerusakan pada anak-anak, maka secara umum penyebabnya adalah ayah-ayah mereka sendiri

Maraji :
Tuhfah al-Maudud karya Ibnul Qayyim 242


عامَّة فساد الأولاد من قِبَل الآباء

«وكم ممَّن أشقى وَلَدَه وفلذةَ كبده في الدنيا والآخرة بإهماله وتركِ تأديبه وإعانته له على شهواته، ويزعم أنه يُكرمه وقد أهانه، وأنه يرحمه وقد ظَلَمَه وحرمه، ففَاتَهُ انتفاعُه بولده، وفوَّت عليه حظَّه في الدنيا والآخرة، وإذا اعتبرتَ الفسادَ في الأولاد رأيتَ عامَّتَه من قِبَل الآباء».

[«تحفة المودود» لابن القيِّم (٢٤٢)

Tidak ada komentar:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Infithar 10-12)
Selengkapnya..